Berapa keras lagi suara harus diteriakkan… agar didengar?
Lewat tarian RATU ADIL, para pekerja migran di KKIHK bersuara— bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tubuh, air mata, dan luka yang mereka bawa.
Tarian ini bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah bentuk solidaritas bagi mahasiswa dan rakyat di Indonesia yang hari-hari ini turun ke jalan, menyuarakan kritik, menuntut keadilan—namun sering kali tidak didengar.
Meski berada jauh di Hong Kong, para pekerja migran tidak tinggal diam. Melalui gerak dan doa, mereka mengirimkan dukungan: bahwa perjuangan itu tidak sendiri.
Mbak Gendis, Ibu Paula, dan Mbak Aline mengangkat realitas yang pahit: suara rakyat kecil—petani, pedagang, buruh—sering kali diabaikan. Dan sebagai pekerja migran, mereka pun merasakan luka yang sama— hak yang dirampas, perlindungan yang lemah, bahkan kekerasan yang sering tak dianggap.
Mereka telah bersuara. Mereka telah berteriak.
“Mencari RATU ADIL” adalah jeritan yang terus hidup— perjuangan tanpa akhir untuk keadilan, untuk martabat, untuk kemanusiaan.
Dengarkan suara yang tak boleh lagi diabaikan— di Podcast KKIHK.
#RatuAdil #SolidaritasRakyat #SuaraKeadilan #SuaraMigran #KKIHK#JanganDiam